Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, July 6, 2014

Rinduku Padamu


Bismillahirrahmanirrahim...
Ku tulis ini dengan rindu yang teramat dalam meski hanya menatapmu. Ku coba buka lagi Account Facebookmu, ternyata status-statusmu masih private. Tidak mengapa, karena aku masih bisa melihat status-status yang engkau share dan account twittermu yang telah berganti nama masih terhubung dengan account facebookmu. Ku coba ketikkan nama account twittermu di pencarian di twiiterku. Dan Alhamdulillah ternyata terbuka juga. Ku telusuri twits mu, ku temukan disitu alamat blogmu, dan Alhamdulillah, dalam pencarian itu aku kembali bernafas lega, sedikit jejakmu bisa kembali ku lihat.

Aku kembali buka halaman facebookmu, ingin ku tekan tombol add friend, tapi urung ku lakukan. Ku takut dengan aku menambahkan kau sebagai teman, justru aku kehilangan akses kepadamu, karena kau akan memblokirku. Teringat ketika hal itu kau lakukan untuk account facebook ku yang lama.

Saudariku tersayang. Tidak ada yang bisa memisahkan kita, apapun itu. Karena darah yang mengalir di tubuh kita adalah darah dari dua orang yang sama. Tidak adakah firasatmu, ketika

Sunday, June 8, 2014

Malam Nisfu Sya'ban 2014



Tanggal 15 Sya’ban 1434 H  jatuh pada tanggal 13 Juni 2014 (Malam Nisfu Sya’ban pada hari Kamis sore tgl 12 Juni 2014 Malam Jumat sejak terbenamnya matahari). Jadi jika ingin Puasa Nisfu Sya’ban, pada hari Jumat 13 Juni 2014.

Dalam bulan Sya’ban ada satu malam yang oleh Allah diberikan keistimawaan dan keberkahan di dalamnya, yaitu malam Nisfu Sya’ban (malam pertengahan bulan Nisfu Sya’ban). Hal ini sebagaimana di sabdakan Rasulullah yang maknanaya: “jika datang malam Nisfu Sya’ban maka dirikanlah shalat malam dan berpuasalah pada esok harinya” (HR. Ibnu Majah). Sabda Rasulullah ini menunjukkan keistimewaan malam pertengahan bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban) Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk

Friday, June 6, 2014

[Semangat ]Dakwah Mestilah Berilmu


Dakwah itu bukan tempat bermain. Seseorang yang ingin berdakwah tentulah ia harus memiliki ilmu bukan hanya sekedar bercerita kemudian berimajinasi. Sadarkah kita, apa yang kita katakan bisa saja menjadi ladang api yang siap meminta pertanggungjawaban kita. Jika selama ini kita mengatakan sesuatu diluar pengetahuan kita atau kita tidak benar-benar tau apa makna sebenarnya yang kita katakan lalu kita tetap saja mengatakannya maka bersiaplah menanggung segala perkataan. Islam adalah agama yang berlandaskan al-Qur'an dan as-Sunnah,, kita harus memiliki pegangan yang telah dijanjikan dan dijaga langsung kemurniannya oleh Allah. Kita punya dalil, maka gunakanlah dengan baik. Jangan sampai kita yang belum mengerti maknanya lalu dengan sombongnya kita berkata menurut pemahaman sendiri yang membahayakn diri. Lebih baik mengatakan tidak tau atau

Sunday, December 1, 2013

Sentuhan Kata [Bersihkan Hati]


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Kenali terlebih dahulu sebelum menilai karena yang tampak INDAH tak selalu INDAH.
Dan yang tampak BURUK tak selalu BURUK.
Dan yang lebih bangus lagi,Jika kita senantiasa berprasangka baik terhadap sesama.
Menutupi segala aib (kekurangan) yang ada pada dirinya.
Maka kamu akan

SMS Tausyiah Syiar LDK AL-Kautsar


Dalam Faidhul Khathir, Ahmad Amin menjelaskan, “Orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang paling mampu berbuat, orang yang paling sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.”
Selamat istirahat
smg qt sllu brda dlm lindungan

Friday, September 20, 2013

[Renungan] Kunci Ketenangan

Kenapa aku terlihat seperti tidak pernah merasa sakit
Hanya karena orang mengetahui aku adalah orang yang kuat
Tapi di balik itu semua
Justru diri ini teramat lemah

Ku ajarkan pada hati untuk ikhlas
Ku ajak ia untuk selalu sabar
Berkali-kali ku atur di alam pikiranku
Ingat yang terutama itu adalah sabar dan ikhlas

Dendam itu ku buang jauh-jauh
Luka nestapa

Thursday, July 18, 2013

[Puisi] Mengapa Aku Merinduinya

Rasakanlah rintik-rintiknya dengan hatimu
Dendangkanlah setiap tetesnya yang menenangkan 
Dengan itu kau akan tahu
"Kenapa aku merindu saat itu?"

Pernah ku biarkan badan kuyup di tengahnya
Mengizinkan wajahku basah oleh aliran lembutnya
Cobalah dan kau akan paham
"Mengapa aku berharap hadirnya?"

Tidakkah kau saksikan?
Tanah ini kering tanpanya
Lihatlah dengan bathinmu
Lalu kau akan mengerti
"Mengapa aku

Thursday, July 11, 2013

[Renungan] Ikhlas tanpa Luka



Sesuatu yang terluka lama-lama akan menjadi keras

Lihatlah buah sawo yang hampir matang tiba-tiba jatuh dari pohonnya karena ada angin kencang. Buah sawo yang jatuh tersebut, tentu akan menimpa tanah apalagi pohonnya tinggi. Buah sawo itu akan pecah atau seenggaknya terluka dan akan mengeluarkan getah. Getah sawo tersebut akan berkumpul di sekitar luka dan menyebabkan bagian-bagian yang terluka dari sawo akan mengeras meskipun beberapa hari kemudian bagian yang tidak terluka masih tetap bisa dimakan karena telah melunak dan masak.

Seperti pula hati, jika kita membiarkannya

Monday, June 24, 2013

[Renungan] Janganlah Bersedih

Kesulitan sebenarnya mengajarkanmu bagaimana menjadi dewasa menyelesaikan masalah dalam hidupmu

Kesusahan sebenarnya mengajarkanmu bagaimana mengenal Tuhanmu yang menyayangimu

Kepayahan sebenarnya mengajarkanmu bagaimana cara sabar dan ikhlas menjalani hidup

Buka dan bacalah ayat-ayat cintaNya
Al-Insyirah ayat 5-6
"Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan"

Allah memberikan kesulitan

Sunday, June 23, 2013

[Kisahku] Kenapa Harus Jalan Dakwah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Sahabat Desain Kata, Gimana ne kabarnya hari ini? Telah lama rasanya tidak menulis lagi. Penyakit selalu bingung untuk memulai darimana sering kali menggrogotiku. Mau menulis itu tidak pernah hilang sebenarnya. Tapi saat akan mengetikkan satu kata, otakku langsung mikir "Ah, nanti saja". "Lain kali, saat udah paham dan ngejalanin apa yang dipahami". Tapi mau sampai kapan? Bagaimana esok yang "lain kali" itupun tak dapat aku menggapainya? Adakah yang dapat aku tinggalkan untuk kehidupanku? Pertanyaan-pertanyaan itu kejar-kejaran di memoriku. Ok. Mungkin tidak perlu lagi basa-basi. Lanjut saja ya....

Tidak persis ingat dengan kronologi yang terjadi pada saat itu. Yang jelas, setelah form pendaftaran masuk LDK AL-Kautsar Unimal ku isi dengan iseng-iseng dan

Friday, June 21, 2013

Tak Seperti yang Terlihat

dia yang terlihat kuat belum tentu sekuat yang dipikirkan
mungkin saja dia sangat lemah

dia tertawa bersama teman-temannya
namun sebenarnya ia sedang berusaha untuk menepis luka di hatinya

dia sibuk mengikuti berbagai kegiatan
namun sebenarnya itu ia lakukan untuk melupakan hal-hal yang tidak penting dalam hidupnya

dalam kebersamaan tidak pernah buliran bening menetes dari dua matanya
namun saat ia sendiri atau bersama sahabatnya ia justru lebih banyak menangis

saat dia memberi solusi untuk masalah temannya dan menguatkan temannya
sebenarnya pada saat itu ia justru menguatkan hatinya

dia tak pernah menolak untuk

Komitmen?????

#ini tulisan yang super duper sangat bagus, masyaallah
#tamparan buat (yang katanya) aktifis tapi terkena VMJ kronis :)
=============================================
Komitmen???!!!
Oleh Uus Hasanah
Penting: harap hati2 yg baca note ini, penulis menggunakan bahasa brutal yang bagi orang non-jabodetabek mungkin sangat kasar stengah idup.. untuk yang kasusnya saya bahas di bawah ini, mohon maaf jika bahasa saya aduhai.. semoga anda tidak mengeBOM atau meNYANTET saya di masa depan..
-------------------------
Gw gini-gini juga ceritanya punya kelompok ngaji rutin yang cukup nyenengin. Jadi gw seringnya ngusahain selalu bisa dateng ndampingin meski badan males banget berangkat. Nah seperti biasa beberapa waktu kemaren, gw ngisi acara ngaji rutin gw yang berisi temen2 yang cerdas2 dan unik2 di mata gw.
Dan seperti biasa dari setiap ketemuan ngaji rutin yang gw ikutin, entah gw sebagai peserta atau pemandunya, gw selalu dapet hal baru yang menguntungkan dan menambah wawasan gw, sehingga gw semakin gahol, intelek, cerdas, berpendidikan, gemar sedekah, tidak makan sembarangan, dan

Ku Katakan Engkau Berbeda

ku katakan engkau berbeda
dalam masa kita yang setahun pun belum genap 
sering kita habiskan waktu berdua
kau bantu menghadirkan jiwaku yang lenyap

jarang sekali ku menjajarkan rasa
bahkan membalas setiap ucap cintamu
sering hanya tersenyum mesra
hanyut dalam gulungan kasihmu

kita dekat teramat dekat
pada malam saat

Friday, May 31, 2013

Bermimpilah



"bermimpilah selagi engkau bisa bermimpi
berharaplah selagi engkau masih punya harapan
tapi jangan hanya berkhayal tanpa usaha dan do'a

jangan sampai mimpi dan harapanmu terkikis
hanya karena luka lara dihatimu
jangan sampai semua itu mati
hanya karena engkau sedang berada dalam keputusasaan


lukiskanlah semua mimpimu pada langit yang tertinggi
jika nanti tercapai engkau akan melihat ia bersinar di atas sana
seiring dengan senyum termanismu

tetaplah genggam semua itu
lalu serahkan pada Pengabul Mimpi dan Doa
yakin semua akan diijabahi olehNya"

4 januari 2013

Tuesday, May 28, 2013

Hakikat Cinta


bagaimana mungkin jika engkau berkata cinta tapi malah menyakiti
bagaimana mungkin jika engkau berkata sayang tapi malah melukai
bagaimana mungkin jika engkau berkata rindu tapi malah menyusahi
bagaimana mungkin jika semua itu adalah dusta yang engkau sengajakan?

ah, 
tak pernah cinta itu menyakitkan
tak pernah sayang itu melukakan
tak pernah rindu itu menyusahkan

tak ada guna berkata "aku mencintaimu karena Allah"
jika kau menuntut ini itu
jika cemburumu senantiasa hadir

cinta akan selamanya membahagiakan
cinta akan selamanya melukiskan senyum
dan cinta karena Allah itu indah
dan cinta karena Allah itu manis
jika semua engkau rasakan dengan hatimu yang lembut

Ada Cinta


Ada cinta di diamku
Ada sayang di heningku
Ada rindu tanpa sapa

Aku diam tapi mendengarkan
Aku hening tapi memperhatikan
Tanpa sapa bukan berarti ku lupa

Sulit untukku menguntai kata
Apalagi bermain bersama frasa
Berusaha bergayut pada kalimat yang tersirat
Menggenggam serpihan hati yang terserak

Ku coba maknai semua titah nasehatmu
Memahami dan menjalankan
Membongkar rahasia dan hakikat rasa dalam kata
Walau untuk itu ku merenggut waktu yang lama

Ketahuilah
Ku sedang mencari tujuanku
Saat ini, jalan inilah yang ku pilih
Bersamamu ku akan bertahan
Bersama kita berjuang

Bukan mudah untukku
Dengan "background" yang sangat jauh dariNya
Dan tipisnya ilmu dan iman yang ada padaku
Memilih jalan ini hanya karena Allah
Meninggalkan lenaku pada kefanaan

Berdoalah
Agar kita istiqomah
Dan pilihan ini tak salah

Karena ku yakini
Jalan ini lah yang kan mengantarkan kita ke Syurga kelak
Karena inilah yang kurindukan
Jalan Dakwah
Jalan yang dicintai Allah
Jalan yang dicintai Rasulullah
Jalan para syuhada

Karena ku sayangimu karena Allah
Makanya ku mendengarkan
Maka pahamilah

Untukmu my Savior :*


duhai bidadari shalehaku
jika saja Allah izinkan 
kan kuberikan separuh nafasku untukmu
agar tiada lagi sesak di jiwamu
akan kuberikan jika perlu seluruh semangatku
untuk mengangkatmu dari jurang terjal luka yang jatuhkanmu
akan ku berikan seluruh tenagaku agar tiada lelah lagi di tubuhmu

sahabatku, saudariku
janganlah sakit lagi karena ku tak sakit
janganlah kecewa karena ku tak kecewa
janganlah lelah karena ku tak lelah

sembuhlah segera sayang
bukankah kita akan berjuang bersama
bukankah kita akan berjalan beriringan di jalanNya???

Uhibbukifillah
hati kita akan tetap bertaut hingga JannahNya
Aamiin

Wednesday, March 13, 2013

[Inspirasi] Cinta Menguatkan


~*~ Bismillahirrahmanirrahim ~*~

Sesuatu yang sulit akan terasa mudah jika dikerjakan dengan cinta
meski ku baru saja menyadarinya

Saat aku dihadapkan dengan tantangan hidup yg menurutku menghancurkan kesabaran, mencabik-cabik keramahan, meluluh lantakkan ketegaran hati, melelahkan fisik dan mengaburkan pandangan, apa yang terjadi? Hanya karena ku mencintai tantangan itu, akhirnya jiwaku terasa begitu kuat, kesabaranpun tumbuh mengakar di hati, tiada lagi kata lelah dan "capek".

Tak pernah aku membayangkan bagaimana ku jauh dari ibuku dan sahabat-sahabat yang selalu mendukungku, rasanya begitu "menakutkan"
tapi saat pertama kali ku menginjakkkan kaki di Tanah Rencong ini, ku tekadkan dihatiku "harus kuat untuk mereka yang kusayang" dan kutanamkan cinta dihatiku
"Aku mencintai Aceh, Aku mencintai Unimal, Aku mencintai semua yang kulakukan disini, dan Aku mencintai semua orang yang menyemangatiku disini". Hanya dengan sepotong keyakinan kalimat penuh cinta itu, aku merasa kuat menjalani hari-hari disini.

Saat ada sebuah amanah dan tanggung jawab yang dibebankan di pundakku. Aku merasa cemas, aku merasa tidak mampu menerima amanah itu. Pikiran negativ hadir dan terus membuatku lemah dan ingin menolok. Tapi saat aku mencoba menerima dengan ikhlas dan menjalankan amanah itu dengan cinta, akhirnya aku bisa tersenyum saat amanah itu dijalankan dan terselesaikan.

Hal kecil sekalipun, jika tidak dikerjakan dengan cinta, maka tidak akan berbuah maksimal. Tugas yang dianggap entengpun, jika tidak dijalankan dengan cinta, tidak akan berbuah manis.

Bagiku, cinta begitu menguatkan, cinta menegarkan, cinta meneguhkan, bahkan jika dalam suatu hubungan tidak ada yang namanya cinta, hubungan itu tidak akan pernah terasa bermakna, apapun itu namanya ikatan baik persahabatan, persaudaraan, pertemanan, maupun pernikahan. Karena cinta semuanya menjadi kuat, menjadi erat, dan menjadi kukuh.

Dunia memang kadang terlihat seperti tidak ada cinta. Dunia kadang penuh dengan amarah. Dunia kadang penuh dengan kesedihan dan penderitaan. Perang dimana-mana. Perebutan kekuasaan merajalela. Pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan selalu menghiasai media massa. Bahkan keluhan dan keresahan selalu terukir di beranda-beranda facebook.

Tapi apa salahnya, jika kita buka mata hati kita. Dimana-mana ada cinta. Kita bisa bernafas karena cinta Allah. Kita mengenal islam karena cinta Rasulullah. Kita ada karena cinta kedua orang tua. Kita pandai membaca dan menulis karena cinta dari guru-guru yang ikhlas mengajari. Kita makan nasi, karena adanya cinta petani untuk menanam dan merawat padi. Facebook ini juga ada karena cinta Mark Zuckeberg pada dunia jejaring sosial. Masih banyak lagi cinta yang tak bisa digambarkan oleh barisan kata-kata dari dua puluh enam abjad Indonesia ini.

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" ~Q.S Ali-Imran ayat 14.

Dan Al-quran merupakan bukti nyata cintanya Allah kepada kita, cinta yang tak pernah berhenti, cinta yang tak akan pernah ada tepi, cinta yang selalu menenangkan, cinta yang menguatkan. Yang hanya padaNyalah cinta sejati itu.

Namun, janganlah mencintai sesuatu terlalu berlebihan, janganlah membuat Allah cemburu kepada kita, jangan sampai cinta malah menjerumuskan kita ke dalam neraka.

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)" ~Q.S Al-Baqarah ayat 165

Untuk itu mencintalah dengan benar, mencintalah dengan syar'i, mencintalah karena Allah. Karena cinta Allah tidak akan pernah mengecewakan. Cinta Allah tidak akan pernah menyakitkan.

Note singkat untuk semua yang kucintai karena Allah ^_^
Aceh Utara, menuju senja 

Tuesday, January 15, 2013

[Puisi] Jalinan Ukhuwah



bismillahirrahmanirrahim

ya Rabb
ku tau rindu ini bagaikan langit yang tak bertepi
begitu luas menyelimuti ladang hati
ku tau juga cinta ini bagai waktu yang tak pernah berhenti
ia semakin besar beriring detik yang berganti

jalinan ukhuwah yang kian ketat
mengikat hati yang sebelumnya berbeda
bersatu karena bunga cinta yang bermekaran
dalam rentetan kisah bahagia dan duka

ya Rabb...
jaga ia yang kucinta
karena tiada penjagaan yang lebih baik selain dari penjagaanMu
sayangilah ia dan lindungi ia
kuatkanlah hatinya melewati runutan peristiwa yang telah Engkau tuliskan...

ku cintainya karenaMu

.:: untuk yang kucintai karena Allah ::.

Monday, December 31, 2012

[Renungan] Antara Aku, Sabar, dan JalanNya


Bismillahirrahmanirrahim
Dengan namaMu ya Allah ku mulai goresan ini

Sendiri...
Hanya sendiri di dalam ruangan ini.
3x3 Meter, Mengenang apalah arti diri ini.
Diri yang teramat kecil, hanya kepingan yang tiada ada arti jika angin badai menghadang, jika gempa dahsyat menimpa.
Hanya serpihan ringan yang akan melayang jika guncangan maha kencang tiba-tiba hadir.
Hanya seperti atom-atom di tengah luasnya ciptaan Allah, yang tak akan terlihat dari salah satu planet manapun.
Apalah arti kesombongan, jika secuilpun karya tiada tercipta dari tangan ini, apalah arti semua pujian, jika diri ini jauh lebih hina dari semua yang disangkakan orang terhadapku
Apalah yang dapat aku banggakan, jika masih banyak yang tidak menyukai ulah dan perbuatanku.


Aku bukanlah malaikat yang orang sangkakan atau aku juga bukan seorang bidadari yang teramat sering dikatakan sahabat-sahabatku, atau bahkan ada yang mengira "kamu, bukan manusia kali ya", atau  "begitu mulia hatimu", atau yang ini "kamu bisa ya terima orang apa adanya" dan ada yang mengatakan "nyaris sempurna" Ah, perkiraan itu semua sangat jauh meleset.

Aku manusia, aku hanya manusia biasa, sekian banyak noktah noda di dalam jiwaku, sekian banyak kekurangan yang ada pada diriku, sekian banyak kesalahan yang pernah aku perbuat. Begitu banyak sakit yang ku derita.

Aku pernah terusir seperti layaknya binatang, aku pernah dikatakan tidak beradab, aku pernah disangkakan teman palsu yang menusuk dari belakang, aku pernah dihina, dikatakan tidak tahu diri. Aku pernah dikatakan tidak punya otak dan hati. Aku pernah bahkan dikerjakan seperti seorang budak. Aku pernah disuruh bunuh hanya karena kemarahanan seseorang. Itulah aku, aku tidak exis dimanapun. Dunia nyata, tidak. Dunia maya. Apalagi.

Aku pernah jatuh dalam jurang yang teramat dalam, yang mungkin orang mengira pada saat itu aku akan bunuh diri karena teramat sering kejadian seperti itu merenggut nyawa seseorang dengan sengaja ia menggantung dirinya. Aku pernah dikatakan "sombong" hanya karena aku tidak mau mengikuti keinginan yang ditawarkan banyak orang kepadaku, tapi mereka tidak pernah tahu alasan pasti dan sakitnya aku menanggung luka karena ulah mereka dan ini terungkap karena keberhasilan salah satu saudaraku.

Aku pernah dikorbankan demi keberhasilan seseorang. Aku pernah sukses membuat ibuku kurus karena ketidakjelasan diriku dan kegagalanku. Aku pernah dihina, dicaci maki, di bentak atas kesalahan yang hingga saat ini akupun tiada tahu. Aku juga pernah dilibatkan dalam hal yang aku juga tidak tahu sama sekali. Dibawa dan disalahkan.

Tapi apa yang ku berikan atas itu semua. Aku tersenyum dan paling tidak aku diam dan menangis. Itulah kekuatan yang ku punya. Yang kata sebagian orang itu adalah kelemahanku. Aku diselamatkan olehNya. Ku terima semua itu atas dasar firman Allah :


"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." QS. Al-Baqarah ayat 153.


"orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan( yang dikerjakan dengan hati yang teguh)" QS. Asy-Syuura ayat 43.

"Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas" QS. Az-Zumar ayat 10. 

Selain itu aku pernah terbawa arus western. Apalah itu. Tidak pakaianku. Tidak bacaanku. Tidak yang ku tonton. Bahkan hampir semua kehidupan dan kegiatanku. Berdisko di ruangan gelap, karoekean hingga tengah malam. Memuja-muja artis dan mengagumi para selebritis yang aku tak tahu jelas agama dan kepercayaan mereka dan auratku, astaghfirullahaladzim pernah terumbar kemana-mana. Foto-foto pribadiku tersebar dan bebas dilihat di account facebookku. Tanpa kerudung dan itu adalah biasa bagiku.

Tapi itu lembaran lalu, lembaran kusam saat kehidupanku begitu kelam. Sekarang ingin kucuci bersih, meski ada sedikit bekas yang tersisa. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, cinta Allah akan menghapusnya sehingga tiada lagi walau hanya sepercik dendam. Manisnya kesabaran dan keikhlasan akan menggantikan itu semua.

Pernahkah kalian seperti itu?
Mungkin banyak yang mengalaminya, bahkan ada yang lebih parah dari itu. Inilah yang dinamakan kehidupan. Tidak ada kehidupan tanpa ujian dari Allah. Tidak ada hidup yang sesuka hati kita. Semua telah ditetapkan Allah bahkan sebelum kita dilahirkan ke atas dunia ini. Kita lahir dan bersiaplah dengan resiko hidup ini. Tapi yang terpenting adalah ingatlah tugas besar yang harus kita pikul.
Yaitu menjadi hamba sejati, menjadi hamba yang menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah yang Maha cinta, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semua bentuk ujian dan cobaan adalah sebuah bentuk kasih sayangNya agar kita selalu mengingatNya. Agar kita tak melupakanNya.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." QS. Al-Bayyinah ayat 5.

Dan inilah aku, hanya ingin berbagi dan memberi sedikit pembelajaran kepada kalian saudaraku terutama yang teramat sering menghadirkan keluhan dan kegalauan. Bukanku mendahulukan Allah dengan mengatakan kekuranganku padahal Allah menyembunyikannya. Jika ini bisa membuat kalian sadar dan kembali pada jalanNya. Apa salahnya?
Inilah aku, aku yang dianggap nyaris sempurna, justru punya banyak kelemahan dan kekurangan yang menyelimuti hatiku. Bahkan hingga saat ini,dibalik semua senyuman dan keramahanku, ada permasalahan besar yang memenuhi pikiranku. Imanku juga pasang surut.

Sekarang genggamlah tanganku, sujudlah padaNya dengan taubat yang sebenarnya danberjanjilah untuk kembali ke jalanNya. Masalah mari sama-sama cari penyelesaiannya.
Hinaan, cacian, dan bentakan mari sama-sama kita ambil pelajaran agar kita menjadi semakin baik.
Lupakan semua kesalahan orang terhadapmu dan ingatlah semua kebaikannya.
Ingatlah ikhlas, sabar dan memaafkan jauh lebih indah dan manis.
Berhentilah mengeluh, jangan biarkan keluhan menghiasai harimu.
kalau mau curhat, jika tak ada teman yang dapat dipercaya masih ada Allah saudaraku. Allah yang tak akan pernah tinggalkan kita walau sedetikpun.

"...dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." QS. Luqman Ayat 15.

"Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." QS. An-Nisaa' ayat 146.


"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan dia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangannya." QS. An-Nisaa' ayat 125)


Coretan tak sengaja untuk sahabatku, saudara-saudariku, yang mencintaiku dan kucintai, yang menyayangiku dan kusayangi.
karena ku sayang kalian karena Allah
Akhir 2012
Sebelum Dzuhur
Desain Kata