Wednesday, March 21, 2012

Karena Aku Mencintaimu



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Teruntuk Allah dan Rasulku
Teruntuk yang ku sayangi dan yang menyayangiku
Teruntuk sahabatku yang telah hadir dalam hidupku
Teruntuk yang telah banyak berkorban demi aku
Teruntuk yang mengajariku arti kehidupan

Tiba-tiba saja terbersit di pikiranku untuk monerahkan tinta. Mungkin, hanya secuil ilmu yang ku punya, sezarrah pun tiada sampai. Aku juga bukan penulis yang mahir dalam merantai kata-kata, namun izinkanlah aku berbagi kepadamu.

Aku pernah membaca bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:" Hati seseorang tidak akan dapat merasakan kebahagiaan dan kesenangan yang sempurna kecuali dalam cinta kepada Allah, mendekatkan diri kepadaNya dengan segala cara yang menyenanangkanNya. Dan seseorang tidak mungkin mewujudkan cinta seperti itu kecuali dengan berpaling dari segala cinta yang lain. Inilah hakikat Laa ilaaha illallah, yang merupakan millah Ibrahim Al-Khalil 'alaihissalam dan seluruh nabi serta rasul"

Untuk mewujudkan cinta yang seperti itu tidaklah mudah. Tidak sekedar pengakuan lisan. Namun perlu bukti nyata. Dan sebagai bukti seseorang itu mencintai kalimat tauhid ini adalah mencintai segala konsekuensi yang ditunjukkan olehnya, mencintai pemeluk dan pengamal kalimat ini, yang kuat menjalani syarat-syaratnya serta membenci segala hal yang membatalkannya dan orang-orang yang melawannya.
Rasullullah Saw bersabda:
"Tiga perkara, barang siapa memilikinya maka ia merasakan manisnya iman. Bila Allah dan rasulNya lebih ia cintai dari selainnya. Bila mencintai seseorang, tidaklah ia cintai kecuali karena Allah. Dan bila ia tidak suka untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkan dirinya daripadanya, sebagaimana ia tidak suka bila dilemparkan ke dalam api." (Shahih Bukhari dan Muslim)

Mengutip perkataan Syaikh Al-Hakamiy :" Pertanda seorang hamba mencintai Rabbnya adalah mendahulukan cintanya kepada Rabbnya walaupun ia harus mengorbankan hawa nafsunya, membenci segala yang dibenci Rabbnya walaupun hawa nafsunya lebih cenderung kepadanya, mencintai orang-orang yang mencintai Allah dan RasulNya, serta memusuhi orang-orang yang memusuhi Allah dan memusuhi pengikut RasulNya yang meretas jejak beliau dan menerima petunjuknya."

Oleh karena itu mencintai sesama muslim dan mukmin adalah kewajiban agung yang harus dilaksanakan orang-orang beriman. Allah membebankan kewajiban ini sampai pada manusia beriman terakhir yang hidup di muka bumi. Kewajiban agung ini juga disebut hak seorang muslim terhadap muslim yang lain. Cara menerapkannya sangat banyak, seperti menolong, mencintai,mengunjungi, menghormati, mengucapkan salam, menjaga kehormatan, berlapang dada, menjaga komunikasi dan masih banyak yang dapat dilakukan untuk menyenangkan hati saudara kita.

Berkenaan dengan ini Rasullullah SAW menegaskan " Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (Muttafaq 'alaihi)

Cinta disini bersifat umum, bahkan dalam pemberian hukumpun dasar penetapannya adalah kasih sayang, bukan karena rasa kebencian yang tersembunyi sehingga yang terjadi malahan penyiksaan. Untuk itu, hukuman harus sesuai dengan yang telah ditetapkan di dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Sama dengan jika kita mengingatkan saudara-saudara kita, harusnya dengan penuh kasih sayang dan tidak dengan kekerasan atau kemarahan. Kekerasan hanya akan membuat seseorang lari dan tidak akan mau mendengarkan apa yang kita sampaikan. Intinya kasih sayang harus dengan lembah lembut. Hati yang penuh kelembutan bisa membuat hati yang keras akan luluh.

"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". (QS. Thaaha:43-44)

Di ayat lain Allah juga telah menjelaskan bahwa lemah lembut adalah sifat dari Rasulullah SAW

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaumnya sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap oarang-orang mukmin." (QS. At-Taubah:128)

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah  lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. "( QS. Ali Imran:159)

Rasulullah juga menyukai lemah lembut seperti dalam sabdanya "Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah Maha lembut dan mencintai Kelembutan. Diberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan kepada yang bengis dan juga tidak diberikan kepada yang lainnya. (HR. Muslim)

"Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya. Dan tidaklah hilang dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk." (HR. Muslim)

Subhanallah, sungguh indah kelembutan itu. Ia bagaikan gelombang air laut yang mampu melunakkan karang sekeras apapun. Dan itulah alasan kenapa aku berusaha untuk mengingatkanmu, bukan karena ada apanya, melainkan atas dasar kasih sayangku dan cinta padaNya.

"Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan menggunakan kebijaksanaan dan nasihat yang baik." (an-Nahl: 125)

Teruntuk Allah dan Rasulku
Teruntuk yang ku sayangi dan yang menyayangiku
Teruntuk sahabatku yang telah hadir dalam hidupku
Teruntuk yang telah banyak berkorban demi aku
Teruntuk yang mengajariku arti kehidupan

Terimakasih karena kalian telah hadir dikehidupanku. Terutama yang sering mengingatkanku, yang tak pernah segan mengatakan bahwa aku salah, yang bimbingku untuk kembali saat ku terpuruk, yang telah banyak mengajarkanku berbagai hal,dan yang telah merubah pola pikir ini. Maafkan jika aku pernah menoreh luka di hati tulus yang telah menjaga namaku. 

Amy
22032012
Lewat Midnight at my beloved room

Thursday, March 8, 2012

Rindu



rindu kian menyapa bilik-bilik kalbu
meliuk bagai buluh-buluh di terpa bayu
menyerbak seleksa melodi nan merdu
menahan asa kala ku terpaku

berdenting waktu menyadarkanku
dalam diam aku menunggu
sejuta angan bermain di memoriku
merangkai mimpi ingin bertemu

ku pahat namamu bersanding ukiran kayu
ku pagari dengan cintaku
merintih ku meminta pada waktu
pertemukan aku denganmu

kapankah masa itu?

*********
kidung doa tiada kan putus
dalam sujud nan ikhlas
ku pinta padaNya
untuk selalu menjagamu

tautan hati ini hanya karenaNya
Dia yang telah perkenalkan kita
Mengikat kita dengan satu cinta
Semoga kan ada masa itu

inginku dikota ini
kita menyatat pertemuan perdana
di mesjid ini dalam hangatnya ukhuwah
merasakan nikmatnya bermuhasabah
mabid dalam selimut penuh cinta

ku tutup pinta
jika tidak dunia
semoga Syurga kan terima kita
melabuhkan asa yang terpendam lama

Reuleut Timu
07032011
Desain Kata

KANDUNGAN


Ia merenda baju mungil dan harapan
rahim yang subur menyimpan sebagian angan-angan.
Lesu dibebani kandungan dan mimpi yang bersarang di dada
Dipuasi diri dengan beras mentah dan mangga muda.

Yang tergolek dikandung dicinta bunga hidupnya
dendangnya dilagukan sekarang menyanyi pula pondang
terbayang sudah sepasang mata menggenggam separo dirinya.

Dan lakinya memandang dengan pandang warna teja
merasa sebagian dari nyawa di rahim istrinya juga
keduanya bertatapan, bicara dalam kediamannya
terungkap peranan rasa memberi warna pada senja

Lalu lelaki itu membelai perut istrinya
dicium pada pusat dengan hangat rindu surga
terasa menggeronjol bayi di rahim manja
perempuan itu menggigit punggung lakinya

W.S. Rendra, 1961, dalam buku Ilmu Budaya Dasar halaman 28 karya Drs. H. Ahmad Mustofa

Monday, March 5, 2012

Terimakasih Sahabatku


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم


Bingung kali ini mau posting apa, entah karena hati yang kurang enak, entah karena jiwa yang lagi sulit untuk menahan emosi. Hehe.... Singkatnya ada masalah dengan hati... 
Tapi aku tidak mau terlalu memikirkan bagaimana hatiku, biarkan saja. Aku kali ini hanya ingin mengucap terimakasih kepada sahabatku. Temanku yang manis, cantik dan baik hati...^_^


Sosok teman yang beberapa bulan terakhir mempengaruhi pola pikir dalam kehidupanku, bagaimana aku menanggapi masa lalu dan masa depan. Sedikit banyaknya dia telah berperan. ^^

Aku pengen mengatakan kepada seluruh dunia bahwa aku sangat bersyukur bertemu dengannya... (ahai....Lebay mode on). Aku juga ingin mengatakan kepada dunia siapa dia..... (Ada yang geer gak ya.. hoho). Tapi masih bingung, takutnya aku malah berlebihan menilainya. Hehe
Tapi aku tak bisa menahan keinginanku untuk mengungkapkannya.... (lagi2 lebay ya?...hehe)

Dia adalah teman satu kelasku. Kami sejurusan (aih, ya iyalah, namanya juga sekelas...hehe). Dia jauh lebih muda dariku. Tapi, sikapnya sungguh sangat dewasa (penilaianku ne). Saking dewasanya aku malah banyak belajar dari dia. Tapi kalau dia lagi ada masalah jangan didekatin, bisa-bisa malah dimarahin...(ini pasti dah ngerasa..hehe). Dia akan menceritakan masalahnya jika ia telah tenang. Yang jelas aku tak pernah berhenti bersyukur telah mengenalnya......

Hmm.... kasih tahu gak ya, dia itu siapa??? Gak usah aja dech... hehehe.. Biarkan aku dan dia aja yang tahu. Aih, kalau dia juga tidak tahu gimana....?? hehe... Berarti cukup Allah dan aku yang mengetahuinya. Semoga Allah membalas semua kebaikan hatinya. Aamiin....
Aku sekarang berharap agar pertemanan kami bisa langgeng hingga kapanpun, semoga bisa saling mengerti. Aamiin....

Ku rangkai pita namamu dalam bathinku
Meski tak sanggup ku rekam semua tingkahmu
Ku sediakan kanvas hatiku
Untuk ku ukir namamu disitu


Sahabatku, tiada kan bosan diri ini
Jika kau kembali sketsakan wajahku
Lukisan itu sungguh indah
Terimakasih ini tiada berharga

Desain kata-Amy
05032011
Reuleut, Aceh Utara

Friday, February 24, 2012

Sahabat yang Baik


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
"Mi, bagiku yang namanya sahabat itu tidak ada lho",seorang teman berkata sambil duduk di dekatku.
"Kenapa?" tanyaku heran.
"Ya, semua yang kuanggap sahabat malah mengkhianati aku"
Ku tatap ia lekat dan ku jawab "Mi akan buktikan klo sahabat itu ada"
Temanku hanya diam, ia tak menjawab lagi pernyataanku

Itu percakapan kami beberapa tahun yang lalu, seorang temanku merasa sahabat itu tidak ada, tapi aku meyakinkannya, tidak dengan ucapan tapi perbuatan, kasih sayang dan perhatian. Sekarang dia tidak lagi memanggilku dengan "Mi", tapi ia memanggilku "sahabat". Alhamdulillah, persepsinya berubah setelah aku berteman dengannya kurang lebih satu tahun. Meski sekarang kami sudah tidak bersama lagi, tapi komunikasi selalu kami jaga. Bersama beberapa sahabatku ketika itu, kami selalu berusaha untuk saling mengisi kekurangan, saling melengkapi satu sama lain, walau kadang hari-hari malah diisi oleh pertengkaran kami, tapi disitulah kami belajar untuk lebih dewasa dan menerima apa adanya seorang sahabat.

Temanku semua, bagiku sahabat itu memang ada, dan kehadirannya aku rasakan, tidak hanya saat kita bahagia, tapi saat kita duka ia juga akan ada. Bagaimana tidak, tanpa mereka aku tidak akan seperti ini, tanpa mereka aku tidak akan sekuat ini, tanpa mereka mungkin aku telah putus asa, tanpa mereka juga mungkin hari ini aku tidak akan menyelesaikan tulisan ini. Sungguh Allah sangat menyayangiku mempertemukan aku dengan

Wednesday, February 22, 2012

Hukum Menuntut Ilmu


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Sahabatku, apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW, maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menuntut ilmu, agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan.

Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu, baik dengan jalan menanya, melihat atau mendengar. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam Hadist Nabi Muhammad SAW :
"Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan." (HR. Ibn Abdulbari)

Dari hadist tersebut kita memperoleh kesimpulan bahwa islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki kedua-duanya pula". (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang memeberi manfaat dan berguna untuk menuntun kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia, agar tiap-tiap muslim jangan picik dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang dirhidai Allah Swt.

Demikian pula islam mewajibkan kita menuntut ilmu akhirat yang menghasilkan natijah, yaitu ilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah syara'.

Hukum wajibnya perintah menuntut ilmu itu adakalanya wajib 'ain dan adakalanya wajib kifayah.

Ilmu yang wajib 'ain dipelajari oleh mukallaf yaitu yang perlu diketahui untuk meluruskan 'aqidah yang wajib dipercayai oleh seluruh muslimin dan yang perlu diketahui untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang difardhukan atasnya, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Disamping itu perlu dipelajari ilmu akhlak untuk mengetahui adab sopan santun yang perlu kita laksanakan dan tingkah laku yang harus kita tinggalkan. Disamping itu harus pula mengetahui kepandaian atau keterampilan yang menjadi tonggak hidupnya. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang tidak dikerjakan sehari-hari maka diwajibkan mempelajarinya kalau di kehendaki akan melaksanakannya.

Sedang ilmu yang wajib kifayah hukum mempelajarinya ialah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap, misalnya ilmu tafsir, ilmu hadist, dan sebagainya.

Sumber: Ilmu Fiqih Islam Lengkap oleh Drs. H. Moh. Rifa'i

Sunday, February 19, 2012

Mari Buka Lembaran Baru


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Sahabatku, izinkan aku kembali menyapa, walau aku tak sempat melihat bagaimana raut wajah yang tergambar saat tulisan ini dibaca.
Aku berharap yang terbaik untuk sahabat semua, terbaik dari Allah SWT, Tuhan kita yang satu.

Tidak tahu mengapa sahabat, aku tiada dapat menahan butiran air yang keluar dari dua buah mata yang telah diberikan Allah kepadaku. Sedang galau? Bukan. Sedang terenyah? Bukan. Gundah? Bukan. Kehilangan sesuatu? Juga bukan. Sahabat, aku hanya ingat dengan berbagai tindakan yang aku lakukan sebelum hari ini. Aku ingat bagaimana banyak meta dosa yang telah aku ukir dalam kisah-kisahku. Sungguh tidak terhitung coretan-coretan buruk yang ku tulis dalam lembaran perjalan hidupku. Bahkan detik inipun dosa itu masih membayangiku. Tidak terbayang jika nyawa ini disunting saat ini. Tidak terbayang jika hidupku hanya sampai disini. Sedang, tidak ada satu amalpun yang bisa jadi pembela diriku di akhirat nanti.

Aku jadi teringat dengan sebuah kisah hadist bithaqah. Ketika seseorang datang menghadap kepada Allah SWT di hari pembalasan. Dibentangkan dihadapannya 99 lemberan catatan. Bukan catatan kebaikan namun keburukan. Lebih mengerikannya, satu lembar catatan kejelekan panjangnya sejauh pandangan mata. Naudzubillah, banyak sekali! Dia pun mengakuinya dan tidak mengelak dengan dosa yang telah dilakukannya. Lembar demi lembar terbentang, dosa demi dosa terpampang.

Para sahabatku, aku tambah ngeri mengingat kisah itu. Mungkin keadaan pribadi ini sudah seperti itu, penuh dengan bulir-bulir dosa di jiwa. Sahabat, memang sebagai manusia kita tidak pernah terlepas dari dosa, kita tidak pernah terlepas dari berbuat yang keji dan mungkar. Kita menyayangi diri kita namun kenyataannya kita malah menzaliminya. Sahabat, dosa dan semua perbuatan maksiat yang kita lakukan baik secara sengaja atau tidak, rahasia atau terang-terangan adalah perbuatan yang menzalimi diri kita. Mungkin, Sholat tidak sepenuhnya kita laksanakan, masih banyak yang tertinggal dari yang lima waktu. Puasa Ramadhan yang hanya sebulan, boleh jadi hanya setengah yang terpenuhi. Harta kita tidak pernah disedekahkan, bahkan jalan untuk mendapatkannya pun jauh dari yang telah diajarkan agama kita. Kita telah memilih jalan buruk itu, sementara kita tahu bahwa dosa membawa kita kepada kesengsaraan. Sahabat, dosa membawa kita jauh dari wangi Surga.

Sahabatku, sabagai anak, pernahkah kita berpikir? Adakah hak-hak orang tua kita terpenuhi dan kita tunaikan? Kita bahkan masih terlalu sering membantah perkataannya, menyakiti hatinya, atau berkata yang tidak baik/kasar kepadanya. Kita juga sering lupa mendo'akan keduanya seusai sholat.

Sebagai seorang teman atau sahabat kitapun masih terlalu banyak kekurangan. Kita sering tidak memenuhi hak-hak mereka, Tidak memenuhi amanat dan janji kita kepada mereka, malas mengunjungi mereka, bahkan ada diantara kita enggan hanya sekedar menyapa lewat media sms jika telah ada perpisahan dengan sahabatnya. Oh, dunia, telah memisahkan banyak sahabat dengan sahabatnya.

Aih, koq aku malah membahas kesalahan yang seperti itu, aku terbawa emosi diri sahabatku. Tidak tahan dengan pelbagai tindakan yang kebanyakan kita dan aku lakukan. Sungguh jika kalian melihatku sekarang, linangan air mata terus mengalir mengikuti garis wajahku.

Sahabat, jika itu dulu, jika itu beberapa menit yang lalu, maka tidak ada kata terlambat. Jadikan dosa-dosa kita dan kesalahan-kesalahan kita untuk menjadi yang lebih baik ke depannya. Itu adalah lembaran kemarin. Mari kita buka dan isi lembaran baru dengan hal-hal yang mulia. Mari menjadi pribadi bernilai. Isi hari-hari kita dengan amal-amal dan hal yang bermanfaat dan mendatangkan pahala. Ingatlah Allah selalu menyediakan kita lembaran baru yang putih dan tidak ada coretan.

Mengutip dari ulama kita "Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil-kecil, dan mulailah saat ini juga"(Aa-Gym)

"Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(Surat An Nisa : 110)

"Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al-Maidah)

Desain kata~amy
merenung di lembayung senja
19022012

Friday, February 17, 2012

Alfatihah-Komunikasi Cinta, Aku dengan hambaKu


Assalamu'alaykum...
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Sahabatku, sedikit share ne. Tau Al-fatihah kan??? ehmm, InsyaAllah pada tau kan??? Apalagi kita sebagai umat Islam, segalanya harus kita mulai dengan ayat pertama surat Al-fatihah. Begitu juga di dalam Sholat, membaca surat Al-fatihah merupakan salah satu rukun dari Sholat. 
Sahabat, sesungguhnya surat Al-fatihah yang sering banget kita baca ini merupakan komunikasi cinta kita dengan Tuhan kita Allah yang satu. Setiap ayatnya akan dijawab oleh Allah. 
Silahkan dibaca dulu surat Al-fatihah di atas ya sahabat. Baca dengan penuh khidmat, ikhlas, tulus dan dihayati ya.... 
Selesai. Aamiin
Inilah jawaban Allah untuk ayat-ayat dari surat Al-fatihah yang kita baca:


1. Apabila hambaKu berkata: Bismillahirrahmanirrahim” (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang), maka Allah azza wa jalla menjawab “HambaKu telah memulai dengan menyebut namaKu. Dan karenanya Aku berhak menyempurnakan segala perkaranya dan memberkahi seluruh keadaannya"
2. Apabila hambaKu berkata:Alhamdulillahirabbil’alamin” (segala puja bagi Allah, Rabb semesta alam), maka Allah azza wa jalla menjawab:HambaKu telah memujiKu, dia tahu bahwa nikmat yang ada padanya adalah dari sisiKu dan bencana yang dijauhkan darinya adalah lantaran kasih sayangKu. Saksikanlah, kini Aku tambahkan nikmat-nikmat akhirat di samping nikmat-nikmat dunia. Dan Aku jauhkan darinya bencana-bencana akhirat seperti Kujauhkan darinya
bencana-bencana di dunia
3. Apabila hambaKu berkata: Arrahmanirrahim” (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)", maka Allah azza wa jalla  menjawab :“Hambaku telah menyaksikan bahwa Aku Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Saksikanlah akan Kupenuhi nasib hidupnya dengan rahmatKu, dan akan Aku karuniai hayatnya dengan pemberian-pemberianKu”
4. Apabila hambaKu berkata:Maalikiyaumiddiin” (Yang menguasai hari pembalasan)", maka Allah azza wa jalla menjawab: “Saksikanlah, sebagaimana yang diakuinya bahwa Akulah yang berkuasa pada hari pembalasan itu, maka akan Kupermudah hisabnya di hari perhitungan kelak serta akan Kumaafkan segala kesalahannya
5. Apabila hambaKu berkata:"Iyyakana’budu” (Hanya kepadaMu kami menyembah)", maka Allah azza wa jalla menjawab:“HambaKu benar ketika menyembahKu. Kini saksikan olehmu, akan Kuberikan ganjaran kepadanya  karena ibadahnya, sehingga orang-orang yang tidak sama dengannya akan merasa iri kepadanya”
Apabila hambaku berkata:wa iyyakanasta’in” (dan hanya kepaMulah kami mohon pertolongan)", maka Allah azza wa jalla menjawab:HambaKu telah meminta pertolongan kepadaKu dan kembali kepadaKu. Kini saksikanlah olehmu, akan Kutolong ia dalam setiap urusannya, akan Kubantu ia dalam setiap kesulitannya, dan akan Kuulurkan tanganKu saat ia berduka
6.Apabila hambaKu berkata:"Ihdinashshirathal mustaqim, shiratalladzina an’amtaalaihim, ghoiril maghdhubi’alaihim . Waladhdhallin (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang Kau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat), maka Allah azza wa jalla menjawab:Bagian ini adalah milik hambaKu. Ia berhak mendapatkan apa yang ia mohonkan. Telah Aku kabulkan permohonannya, telah Aku berikan apa yang ia harapkan dan telah Aku selamatkan ia dari apa yang ia mohonkan perlindungan kepadaKu” 

Subhanallah, Maha Suci Allah.
Sungguh jawaban Allah azza wa jalla membuat aku menangis.
Semoga Allah selalu menjaga hati kita sahabat. Aamiin
Terimakasih untuk sahabatku yang telah share ilmu ini.
Semoga Allah membalas kebaikanmu, sahabatku

Desain Kata~Amy
menjelang fajar 18022012

Tips Cantik Ala Muslimah


Assalamu'alaykum wr.wb
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Apa kabar sahabatku, apa kabar hatimu? Apa kabar jiwamu?
Semoga senantiasa dalam kebaikan, semoga Allah selalu menaungimu dan aku dalam rahmatNya. Aamiin ya Rabb.
Berbicara masalah cantik, menurut sahabat cantik itu bagaimana sech? Pernahkah sahabat merasa cantik atau malah gak sama sekali?? Mungkin semua kita pengen tampil cantik, baik cantik luar dan cantik dalam.  Tapi apakah cantik itu sebenarnya? Kebanyakan kita menghubungkan cantik dengan fisik. Wanita yang memiliki wajah bak bintang Holywood, berkulit putih mulus bak sutera, hidung mancung yang menggoda, dagu bagai lebah bergantung, gigi putih seputih awan, body yang katanya seperti biola. Jika itu yang dinamakan cantik, begitu sempitkah arti cantik itu?? Tidak sahabat, cantik tidak hanya sebatas itu.
Dari Abu Hurairah, Rasullullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian" (HR. Muslim)

Islam mempunyai pengertian sendiri dalam mengartikan cantik. Islam memandang kita mempunyai dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani. Otomatis kecantikan juga harus dinilai dari dua unsur tersebut. Jadi kalau ada sahabat yang menilai cantik itu berdasarkan fisik, itu hanya sebuah kebohongan belaka, itu bukan cantik seperti yang dikatakan Allah. Kecantikan fisik tidak akan pernah abadi sahabatku, kecantikan seperti itu hanya akan bertahan sebentar saja dan akan hilang seiring perjalan waktu. Dari hadist diatas, Allah melihat hati dan amal kita, ehm... ya cantik itu dilihat dari hati dan amal yang kita lakukan. Percayalah sahabatku jika hati dan amal kita cantik, InsyaAllah semuanya akan cantik, semua yang kita lakukan akan selalu indah. Bukankah Allah juga suka dengan keindahan????
"Sesungguhnya Allah swt itu indah dan mencintai yang indah, murah hati dan menyukai kemurahatian, menyukai akhlak yang luhur dan membenci akhlak yang rendah." (HR. Al-Baihaqi)

Nah, sahabatku bagaimana cara kita agar tetap tampil cantik seperti pandangan islam???? Cekidoot.... simak aja tips-tips dibawah ini yaach....eitttzzz... jangan hanya disimak ya, klo bisa diamalin, dan klo bisa tidak hanya klo bisa tapi harus diamalin..... hehehe....:)

1. Selalu memakai shampo jilbab untuk kehalusan rambutmu
Ingat sahabatku, rambutmu adalah mahkota terindahmu, jangan asal pakai shampo yaa....kan  sayang tu rambutnya klo sampe rusak. Pakailah jilbab agar rambutmu selalu terlindungi. Selain memang kewajiban kita sebagai muslimah, berjilbab juga menyehatkan rambut lho.Jilbab merupakan identitas wanita muslimah, secara tidak langsung kita juga sedang menapak jalan ke Surga. 
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya......" (QS. An-Nuur:31)

2. Memakai bedak air wudhu agar wajahmu terlihat cantik dan bercahaya
Gak usah ribet ya sahabatku untuk wajah cukuplah air wudhu yang jadi bedaknya, InsyaAllah muka kita bakalan bercahaya. 
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS Al-Maidah: 6).
Jelaskan????, wudhu itu untuk membersihkan kita. Jagalah selalu wudhumu sahabatku.

3. Hiasi dadamu dengan lintasan kalung kerudungmu yang terulur
Gak perlu kalung berlian yang harganya selangit sahabat, cukup ulurkan kerudung kedadamu. 
"dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya......" (QS. An-Nuur:31) 

4. Hiasi bibirmu dengan produk dzikir, perkataan dan senyum yang tulus ikhlas
Gampang banget kan sahabatku. Kayaknya bibir yang cantik itu gak perlu dech di kasih berbagai macam produk lipstik. Hehehe

5.Perhalus jemari tanganmu dengan lation tasbih melalui dzikir
Masih suka memakai lation buat perhalus jemarimu? Ehm.... sekarang ganti yukkkzzz... Dzikir membuat kita dekat dengan Allah dan sangat menenangkan, nah gunakan aja lotion tasbih untuk menghitung jumlahnya. ^__^

6. Pakailah eye shadow matamu dengan pandangan kebaikan
Sahabatku merek eye shodownya apa ne??? ehmm... bisa bikin tambah cantik gak?? :p
Bisa sech, tapi klo dah dihapus kembali ke awal lagi??? aduuh.. sayang dech.. mending ganti ya sahabat. Cukup dengan memandang yang baik2 aja, matanya jangan disalahgunakan ya. Ingat semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya lho.
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya (QS. An-Nuur :31)

7.Berilah keindahan kakimu dengan selalu berjalan di jalan Allah
Berjalan atau berjuang di jalan Allah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan di dalam Al-Qur'an
Sudahkah jalan yang kita tempuh ini jalanNya??? Ayo sahabatku, langkahkan kakimu menuju jalanNya.
"Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya (As-shaff:11)
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (Al-Maidah :35)

8. Lulurkanlah seluruh tubuhmu dengan pakaian muslimah
"Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang beriman, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka" (Al-Ahzab :59)


Sekian dulu ya sahabatku, semoga bisa diamalkan terutama bagi saya sendiri. Aamiin ya Allah. Oh ya jika ada yang gak benar dari tulisan ini, tolong ya dibenarin, soalnya saya baru belajar ni. Terimakasih sahabatku.

Desain Kata~ amy
lewat midnight~18022012

Wednesday, February 15, 2012

Kelebihan dan Kekurangan bahasa C

Beberapa kelebihan dari bahasa C:
 1.Bahasa C tersedia hampir di semua jenis komputer, baik mikro, mini maupun komputer besar (mainframe computer).
2.Kode bahasa C bersifat portabel. Suatu aplikasi yang ditulis dengan bahasa C untuk suatu komputer tertentu dapat digunakan di komputer lain hanya dengan sedikit modifikasi.
3.Berbagai struktur data dan pengendalian proses disediakan dalam C sehingga memungkinkan untuk membuat program yang terstruktur. Struktur bahasa yang baik, selain mudah dipelajari juga memudahkan dalam pembuatan program, pelacakan kesalahan program dan akan menghasilkan dokumentasi program yang baik.
4.Dibandingkan dengan bahasa mesin atau assembly, C jauh lebih mudah dipahami dan pemrogram tidak perlu mengetahui mesin komputer secara detil. Dengan demikian

Sekilas Tentang Bahasa C


Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967.  Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970.  Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories).  Bahasa C pertama kali digunakan pada komputer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX.
C adalah bahasa yang standar, artinya suatu program yang ditulis dengan versi bahasa C tertentu akan dapat dikompilasi dengan versi bahasa C yang lain dengan sedikit modifikasi.  Standar bahasa C yang asli adalah standar dari UNIX.  Sistem operasi, kompiler C dan seluruh program aplikasi UNIX yang esensial ditulis dalam bahasa C.  Patokan dari standar UNIX ini diambilkan dari buku yang ditulis oleh Brian Kerninghan dan Dennis Ritchie berjudul "The C Programming Language", diterbitkan oleh Prentice-Hall tahun 1978. 

Friday, January 13, 2012

12 SALAH KAPRAH PEMAKAIAN PHOTOSHOP


Brian Hoff dalam blognya, The Design Cubicle, mengemukakan 12 kesalahan yang umum dilakukan oleh para pengguna-pemula Adobe Photoshop. Bahkan bukan tidak mungkin sebagian di antaranya masih dilakukan oleh mereka yang telah lama bergelut dengan peranti lunak grafis yang satu ini.

Menurut penulisnya, artikel tersebut dimaksudkan untuk “meningkatkan kesadaran dan mendidik para pengguna-pemula Photoshop dan para desainer, bukan untuk menertawai atau mengejek orang yang masih menerapkan teknik-teknik berikut.” Jadi, apa saja ke-12 salah kaprah itu? Inilah dia....

1. Metode ekstraksi yang tidak tepat
Banyak di antara mereka yang masih baru dan belum berpengalaman menggunakan Photoshop bergantung pada tool-tool seleksi Magic WandQuick Select, atau Lasso Tool untuk mengekstrakbackground atau objek-objek dalam suatu citra (image). Metode seleksi dan ekstraksi “mudah” yang ada di Photoshop memang instan, tapi tetap tidak bisa

Sunday, January 8, 2012

MANUSIA MENURUT AGAMA ISLAM


A. Ruh dan Nafs
Ruh adalah salah satu komponen penting yang menentukan ciri kemanusiaan manusia. Setelah proses-proses fisik berlangsung  dalam penciptaan manusia, pemasukan ruh menjadi unsur yang membedakan manusia dengan dunia hewan. Sebagaimana banyak dari aspek fisik manusia yang hakikatnya belum diketahui manusia, ruh merupakan misteri besar yang dihadapi manusia.
øŒÎ) tA$s% y7/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) 7,Î=»yz #ZŽ|³o0 `ÏiB &ûüÏÛ ÇÐÊÈ #sŒÎ*sù ¼çmçG÷ƒ§qy àM÷xÿtRur ÏmŠÏù `ÏB ÓÇrr (#qãès)sù ¼çms9 tûïÏÉf»y ÇÐËÈ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah ku sempurnakan kejadiaannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”(Saad,38:71-72)
štRqè=t«ó¡our Ç`tã Çyr9$# ( È@è% ßyr9$# ô`ÏB ̍øBr& În1u !$tBur OçFÏ?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# žwÎ) WxŠÎ=s% ÇÑÎÈ
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah:Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (Al-Israa,17:85)
Ruh adalah getaran ilahiah yaitu getaran sinyal ketuhanan sebagaimana rahmat, nikmat, dan hikmah yang kesemuanya sering terasakan sentuhannya, tetapi sukar dipahami hakikatnya. Sentuhan getaran rohaniah itulah yang menyebabkan manusia dapat mencerna nilai-nilai belas kasih, kejujuran, kebenaran, keadilan dan sebagainya.
Istilah nafs banyak tersebar di dalam Al-quran. Meski termasuk di dalam wilayah abstrak yang sukar dipahami, istilah nafs memiliki pengertian yang sangat terkait dengan aspek fisik manusia. Gejolak nafs dapat dirasakan menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia karena tubuh manusia merupakan kumpulan dari bermilyar-milyar sel hidup yang saling berhubungan. Nafs bekerja sesuai dengan bekerjanya sistem biologis manusia.
ª!$# ®ûuqtGtƒ }§àÿRF{$# tûüÏm $ygÏ?öqtB ÓÉL©9$#ur óOs9 ôMßJs? Îû $ygÏB$oYtB ( ہšôJçŠsù ÓÉL©9$# 4Ó|Ós% $pköŽn=tæ |NöqyJø9$# ã@Åöãƒur #t÷zW{$# #n<Î) 9@y_r& K|¡B 4 ¨bÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcr㍩3xÿtGtƒ ÇÍËÈ
Allah memegang jiwa (nafs) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia, tahanlah jiwa (orang) yang Telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.(Az-Zumar, 39:42)
Hubungan antara nafs dan fisik manusia demikian erat meski sukar untuk diketahui pasti bagaimana hubungan itu berjalan. Dua hal yang berbeda, mental dan fisik, dapat menjalin iterrelasi sebab akibat. Kesedihan dapat menyebabkan mata mengeluarkan cairan, kesengsaraan membuat badan kurus. Dikenal pula istilah psikosomatik, yaitu penyakit-penyakit fisik yang disebabkan oleh masalah kejiwaan
Perpisahan antara nafs dan fisik disebut maut dan ini adalah peristiwa yang paling misterius dalam kehidupan manusia sebelum ia menjumpai  peristiwa-peristiwa lainya di dunia yang lain pula.
3 öqs9ur #ts? ÏŒÎ) šcqßJÎ=»©à9$# Îû ÏNºtyJxî ÏNöqpRùQ$# èps3Í´¯»n=yJø9$#ur (#þqäÜÅ$t/ óOÎgƒÏ÷ƒr& (#þqã_̍÷zr& ãNà6|¡àÿRr& (
....alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim, (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): keluarkanlah nafs-mu....(Al-Anam, 6:93)
@ä. <§øÿtR èps)ͬ!#sŒ ÏNöqpRùQ$#
“Tiap-tiap nafs akan merasakan mati”. (Ali Imran, 3:185)

B.   Fitrah manusia : Hanif dan potensi akal, qalb dan nafsu
Kata fithrah (fitrah) merupakan derivasi dari kata fatara, artinya ciptaan, suci, seimbang. Louis Ma’luf dalam kamus Al-Munjid (1980:120) menyebutkan bahwa fitrah manusia adalah sifat yang ada pada setiap yang ada pada awal penciptaannya, sifat alami manusia, agama dan sunnah
Menurut iman Al-Maraghi (1974:200) fitrah adalah kondisi di mana Allahmenciptakan manusia yang menghadapkan dirinya kepada kebenaran dan kesiapan untuk menggunakan pikirinnya.
Dengan demikian arti fitrah dari segi bahasa dapat diartikan sebagai kondisi awal suatu penciptaan atau kondisi awal manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepadan kebenaran (hanif). Fitrah dalam arti hanif ini sejalan dengan isyarat Al-Quran
óOÏ%r'sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $ZÿÏZym 4 |NtôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# tsÜsù }¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏö7s? È,ù=yÜÏ9 «!$# 4 šÏ9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$#  ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar- Ruum, 30:30)

Fitrah dalam ard penciptaan tidak hanya dikaitkan dengan arti penciptaan fisik, melainkan juga dalam arti rohaniah, yaitu sifat-sifat dasar manusia yang baik. Karena itu fitrah disebutkan sebagai konotasi nilai. Lahirnya fitrah sebagai nilai dasar kebaikan manusia itu dapat dirujukkan kepdaa ayat
øŒÎ)ur xs{r& y7/u .`ÏB ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä `ÏB óOÏdÍqßgàß öNåktJ­ƒÍhèŒ öNèdypkô­r&ur #n?tã öNÍkŦàÿRr& àMó¡s9r& öNä3În/tÎ/ ( (#qä9$s% 4n?t/ ¡ !$tRôÎgx© ¡ cr& (#qä9qà)s? tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $¯RÎ) $¨Zà2 ô`tã #x»yd tû,Î#Ïÿ»xî ÇÊÐËÈ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)". (Al-Araaf, 7:172)

Ayat diatas merupakan penjelasan dari fitrah manusia yang berarti hanif (kecendrungan kepada kebaikian) yang dimilikim manusia karena terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. Persaksian ini merupakan proses fitriah manusia yang selalu memiliki kebutuhan terhadap agama (institusi yang menjelaskan tentang Tuhan), karena itu dalam pandangan ini manusia dianggap sebagai makhluk religius. Ayat diatas juga menjadi dasar bahwa manusia memiliki potensi baik sejak awal kelahirannya. Ia bukan makhluk amoral, tetapi memiliki potensi moral. Juga kelahirannya. Ia bukan makhluk amoral, tetapi memiliki potensi moral. Juga bukan makhluk yang kosong seperti kertas putih sebagaimana dianut para pengikut tabula rasa.
Fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yagn dimiliki manusia tersebut dikelompokkan kepada dua hal, yaitu potensi fisik dan potensi rohani.
Potensi rohaniah adalah akal, qalb, dan nafsu. Akal dalam pengertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio. Harun Nasution(1986) menyebut akal dalam arti asalnya (bahasa Arab), yaitu menahan, dan orang aqil di zaman jahiliah yang dikenal dengan darah panasnya adalah orang yang dapat menahan amarahnya dan oleh karenanya dapat mengambil sikap dan tindakan yang berisi kebijaksanaan dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Senada dengan itu akal dalam Al-Quran diartikan dengan kebijaksanaan (wisdom), intelegensi(intelligent) dan pengertian(understanding). Dengan demikian di dalam Al-Quran akan diletakkan bukan hanya pada ranah rasio tetapi juga rasa bahkan lebih jauh dari itu jika akal diartikan degnan hilunah atau bijaksana.
Al-qalb berasal dari kata qalaba yang berarti berubah, berpindah atau berbalik dan menurut Ibn Sayyidah (Ibn Manzur :179) berarti hati. Musa Asyari (1992) menyebutkan arti al-qalb dengan dua pengertian, yang pertama pengertian kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang, terletak di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakikat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengatahuan dan arif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu. Keduanya merupakan kesatuan daya, rohani untuk dapat memahami kebenaran sehingga manusia dapat memasuki suatu kesadaran tertinggi yang bersatu dengan kebenaran Ilahi.
Adapun nafsu (bahasa Arab: al-hawa, dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan hawa nafsu) adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Dorongan-dorongan ini sering disebut dengan dorongan primitif, karena sifatnya bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas. Dengan nafsu manusia dapat bergerak dinamis dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Kecenderungan nafsu yang bebas tersebut jika tidak terkendali dapat menyebabkan manusia memasuki kondisi yang membahayakan dirinya. Untuk mengendalikan nafsu manusia menggunakan akalnya sehingga dorongan-dorongan tersebut menjadi kekuatan positif yang menggerakkkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. Agar manusia dapat bergerak ke arah yang jelas, maka agama berperan menunjukkan jalan yang harus ditempuhnya. Nafsu yang terkendali oleh akal dan berada pada jalur yagn ditunjukkan agama inilah yang disebut an-nafs al-mutmainnah yagn diungkapkan Al-Quran:
$pkçJ­ƒr'¯»tƒ ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuŠÅÊ#u Zp¨ŠÅÊó£D ÇËÑÈ Í?ä{÷Š$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ Í?ä{÷Š$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam syurga-Ku”. (Al-Fajr, 89:27-30)

Dengan demikian manusia ideal adalah manusia yang mampu menjaga fitrah (hanif)-nya dan mampu mengelola dan memadukan potensi akal , qalbu, dan nafsunya secara harmonis.